Ahmad, Rahman (2026) PENGARUH BAWANG PUTIH ( Allium sativum L ) PADA PROSES MARINASI IKAN PATIN SIAM ( Pangasianodon hypophthalmus) TERHADAP KARAKTERISTIK IKAN ASAP PATIN SIAM. Diploma thesis, Universitas Sumatera Selatan.
Ahmad Rahman_22542470008_01_front.pdf
Download (286kB)
Ahmad Rahman_22542470008_02_Bab_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (132kB)
Ahmad Rahman_22542470008_03_Bab_2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (166kB)
Ahmad Rahman_22542470008_04_Bab_3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (122kB)
Ahmad Rahman_22542470008_05_Bab_4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (242kB)
Ahmad Rahman_22542470008_06_Bab_5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (72kB)
Ahmad Rahman_22542470008_07_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki kandungan kadar air dan lemak yang relatif tinggi sehingga dapat menyebabkan proses pengasapan berlangsung lebih lama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memengaruhi karakteristik ikan asap adalah penggunaan bawang putih (Allium sativum L.) sebagai bahan marinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bawang putih dalam proses marinasi terhadap karakteristik ikan asap patin siam. Penelitian dilakukan dengan empat perlakuan konsentrasi bawang putih, yaitu P0 (Kontrol), P1 (5%), P2 (10%), dan P3 (15%), dengan waktu pengasapan selama 8 jam. Parameter yang diamati meliputi karakteristik organoleptik berupa aroma, rasa, dan tekstur, kadar air, serta pH.
Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan bawang putih berpengaruh terhadap karakteristik aroma dan rasa ikan asap patin siam. Pada karakteristik tekstur, perlakuan P1, P2, dan P3 tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata dengan P0. Kadar air ikan asap patin siam pada P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut sebesar 61,02%, 53,98%, 52,88%, dan 62,21%. Perlakuan P1 dan P2 tidak berbeda nyata dalam menurunkan kadar air, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Nilai pH pada P0, P1, P2, dan P3 masing-masing sebesar 7,045; 6,757; 6,963; dan 6,923. Seluruh perlakuan menunjukkan kenaikan nilai pH dibandingkan dengan daging ikan patin siam segar.
Berdasarkan hasil penelitian, penambahan bawang putih dalam proses marinasi memberikan pengaruh terhadap karakteristik ikan asap patin siam, terutama pada karakteristik organoleptik dan kadar air.
Kata kunci : bawang putih, ikan asap, marinasi, patin siam, karakteristik
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Depositing User: | Tuan Ahmad Rahman |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 08:18 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 08:18 |
| URI: | http://repositori.uss.ac.id/id/eprint/1267 |
