Sri Wahyu, Wulandari (2026) PENGARUH JENIS RUMPUT LAUT TERHADAP KOMPONEN KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PRODUK SEA MOSS NANAS. Diploma thesis, Universitas Sumatera Selatan.
SRI WAHYU WULANDARI_22542470001_01_front.pdf
Download (206kB)
SRI WAHYU WULANDARI_22542470001_02_BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (156kB)
SRI WAHYU WULANDARI_22542470001_03_BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (352kB)
SRI WAHYU WULANDARI_22542470001_04_BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (245kB)
SRI WAHYU WULANDARI_22542470001_05_BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
SRI WAHYU WULANDARI_22542470001_06_BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (109kB)
SRI WAHYU WULANDARI_22542470001_07_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Rumput laut merupakan salah satu sumber daya perairan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum merupakan jenis rumput laut yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk pangan karena mengandung komponen gizi dan senyawa bioaktif. Salah satu bentuk diversifikasi produk rumput laut adalah sea moss dengan penambahan nanas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis rumput laut (Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum) terhadap komponen kimia dan karakteristik organoleptik produk sea moss nanas serta menentukan perlakuan terbaik.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis rumput laut dan komposisi rumput laut dengan nanas. Komposisi yang digunakan yaitu 125:75 g, 150:50 g, dan 175:25 g. Parameter yang diamati meliputi serat pangan, aktivitas antioksidan, serta karakteristik organoleptik berupa rasa, aroma, warna, dan tekstur. Data organoleptik dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan dan LSD apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah A2B1, yaitu penggunaan 125 g Eucheuma cottonii dan 75 g nanas, dengan nilai kesukaan rasa 3,76, aroma 3,92, warna 4,00, dan tekstur 4,00. Perlakuan A2B1 memiliki kandungan serat pangan total sebesar 12,23%, sedangkan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC₅₀ sebesar 11.736 ppm yang tergolong sangat lemah. Berdasarkan hasil tersebut, Eucheuma cottonii dengan penambahan 75 g nanas menghasilkan produk sea moss nanas dengan penerimaan organoleptik yang baik dan kandungan serat pangan yang cukup tinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional.
Kata kunci: Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosum, sea moss nanas, organoleptik, serat pangan, aktivitas antioksidan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) L Education > LA History of education |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Art |
| Depositing User: | Nona Sriwahyu wulandari |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 05:21 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 05:21 |
| URI: | http://repositori.uss.ac.id/id/eprint/1195 |
